Setelah diincar, ditangkap dan dikandangin sejak tanggal 8 Maret 2016, akhirnya gue telah melewati 100 km bersama si ayam jago idola para gadis SMA ini, Hari ini tepat 2 minggu motor alay ini resmi jadi milik gue, tapi jarak tempuhnya masih dikit banget.. Yaaah, maklum karena kesibukan bro,, weekday gue tugas ke luar kota terus sampai pertengahan april nanti (kalau tugas lain belum menyusul). Jadi waktu gue untuk mengendarai si FUFI ini cuma weekend, itu pun kalau gak ujan. Nah, beberapa minggu terakhir ini Padang rajin diguyur hujan. Jadi deh gue jarang betot gas si FUFI..

https://pokertiam.co/ Oke deh, selama seminggu ngendarain si FUFI sampai 100 km, tentunya udah ada impresi yang didapat dong.. Jadi, apa aja impresinya? Cekidot guys..

Desain

Gue ucapkan “good job” kepada desainer Suzuki yang udah bikin desain yang begitu memukau dan kekinian. Satria F adalah cinta pertama gue, desainnya long lasting. Liat aja, umurnya udah 10 tahun tapi masih terlihat modern, ya walau beberapa kali ada minor facelift. Sebagai penerus, ternyata Suzuki mampu menghadirkan FU FI dengan desain yang lebih fresh dan kekinian. Desainnya tetap dinamis dengan sedikit tajam di beberapa bagian.

Secara keseluruhan gue suka banget desainnya, terutama shroudnya dan headlampnya. Selain itu, dilihat dari samping bodynya terlihat sedikit lebih kekar dibanding Satria karbu. Spion juga lebih kece dibanding yang lama.

Tapi ada satu yang gue gak suka, STOPLAMP!! Njiirr,, ikut-ikutan failed kaya Sonic nih.. Tapi enggak sejelek Sonic sih ngoahaha.. Tapi jangan dibandingin sama MX King please, kebanting -____-. Sebenernya ada satu lagi sih yang gue gak suka, speedometer!! Tapi bukan karena desain, tapi karena gue lebih suka perpaduan analog+digital kaya FU lama, bukan full digital begini. Gak enak mantau takometer digital gini bro. Terus terus, ada yang satu lagi yang gue sesalkan, kenapa bannya masih imut ya? Naikin 1 tingkat kek -__-..

Mesin

Dari sisi mesin, Suzuki mengklaim telah membenamkan tenaga on crank sebesar 18,23 HP pada 10.000 rpm dan torsi 13.8 Nm pada 8.500 rpm.. Beberapa pihak telah melakukan test dyno untuk menguji power dan torsi realnya ketika sudah sampai roda belakang (wheel horse power), kemudian dibandingkan dengan kompetitor seperti Honda Sonic dan Yamaha MX King. Beberapa test terlihat wajar karena hasilnya di atas kompetitor (sesuai dengan spesifikasi yang diklaim pabrikan), namun ada juga yang menimbulkan kontra luar biasa di kalangan pecinta sepeda motor tanah air. Terlepas dari hasil dyno, kondisi di lapangan sejauh ini selalu membuktikan keunggulan Satria FU FI. Malah di salah satu race kelas motor standar 150cc di Jatim, motor lain ngambek gak mau race setelah tahu Satria F150 FI ikutan tampil. Takut ditampol bolak-balik wkwkwk..

Nah sekarang menurut impresi gue, seperti apa sih? Sesuai dengan instruksi teknisi Suzuki untuk tidak membawa motor ini di atas 60kmh selama masa inreyen, so gue juga selama ini cuma bawa santai (walau beberapa kali geber sedikit di atas ambang batas, wkwk). Sejauh yang gue rasakan, tenaga dan torsi si FUFI nampol bener. Motor paling powerful di kelas 150cc yang pernah gue rasakan. Sebelumnya gue pernah nyobain CBR Thai, NVL, dan Satria lawas. Tapi ada satu hal yang gue gak suka dari mesinnya, motor ini susah dibawa santai bro. Kalau dibawa pelan kurang dari 50kmh suka loncat-loncat pengen dibetot. Apalagi kalau jalanan menurun, beuuuuh. Padahal gas udah gue panteng di rpm tertentu. Buat gue sih ini mengganggu, tapi ntah buat pecinta kecepatan mungkin malah enjoy kali ya hehe.

Suspensi

Sepanjang yang gue rasain, suspensi belakang empuk. Kena lobang masih nyaman, dibawa boncengan masih nyaman. Nah suspensi depan nih bermasalah. Secara fungsi sih masih empuk juga sebenernya, tapi ada bunyi “jeduk” atau “cetok” atau gimanalah kalau lewat jalan yang gak rata. Yang pasti bener-bener bikin gak nyaman di kuping dan bikin waswas aja. Gue share masalah ini di grup FB FUFI ternyata yang lain juga ngalamin hal yang yang sama. Gue udah ngontak dealer dan motor gue suruh dibawa ke dealer. Semoga segera tertangani dengan baik.

Pengereman

Pengereman pakem, mumpuni. Mungkin berkat rem bikinan anak perusahaan brembo, BYBRE. Tapi kalau gue rasain lebih mendalam, kok rasa-rasanya masih lebih pakem Jupiter MX gen pertama gue tahun 2005 ya? Ntah lah, cuma feeling gue aja mungkin.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *